Dukung Hilirisasi Perkebunan, BRMP Sulbar Verifikasi Kesiapan Perbenihan Kakao di Polewali Mandar
POLEWALI MANDAR- Dalam rangka mendukung percepatan program hilirisasi perkebunan kakao di Provinsi Sulawesi Barat, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat bersama penyuluh pertanian melaksanakan verifikasi kesiapan perbenihan kakao pada penyedia benih di Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan ketersediaan benih kakao unggul yang bermutu sebagai fondasi peningkatan produktivitas, kualitas hasil, dan daya saing komoditas kakao.
Verifikasi dilaksanakan secara menyeluruh melalui pemeriksaan aspek administrasi dan teknis di lokasi pembibitan. Tim BRMP Sulawesi Barat melakukan pengecekan terhadap legalitas penangkar, sertifikat sumber benih, dokumen produksi dan distribusi, serta kesesuaian jumlah bibit yang tersedia. Selain itu, tim juga melakukan penilaian langsung terhadap kondisi bibit, meliputi umur tanaman, tinggi bibit, kesehatan tanaman, kualitas media tanam, sistem pemeliharaan, ketersediaan air, hingga kesiapan bibit untuk disalurkan kepada petani sesuai standar mutu perbenihan.
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menjamin bahwa benih kakao yang akan diterima petani memiliki mutu genetik, mutu fisik, dan mutu fisiologis yang baik sehingga mampu memberikan pertumbuhan optimal di lapangan. Benih yang berkualitas merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan perkebunan kakao karena berpengaruh langsung terhadap produktivitas tanaman, kualitas hasil panen, serta keberlanjutan usaha perkebunan.
Selain melakukan verifikasi, tim BRMP Sulawesi Barat juga memberikan pendampingan kepada penyedia benih mengenai penerapan kaidah perbenihan yang baik pada setiap tahapan produksi. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penyedia benih dalam menghasilkan bibit kakao yang memenuhi standar mutu dan siap mendukung kebutuhan program pengembangan kakao di Sulawesi Barat.
Pelaksanaan verifikasi ini sekaligus menjadi bentuk komitmen BRMP Sulawesi Barat dalam mengawal penyediaan benih unggul sejak proses produksi hingga penyaluran kepada petani. Pengawalan mutu benih merupakan salah satu langkah strategis untuk memastikan keberhasilan program hilirisasi perkebunan, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas, kualitas, dan nilai tambah komoditas kakao.
Melalui sinergi antara BRMP Sulawesi Barat, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, penyedia benih, dan para penangkar, diharapkan sistem perbenihan kakao di Sulawesi Barat semakin kuat, profesional, dan berkelanjutan. Dengan tersedianya benih unggul yang terjamin mutunya, pengembangan perkebunan kakao di Sulawesi Barat diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat pasokan bahan baku industri hilir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis komoditas kakao.(S/MN)